Hari-hari
terus berjalan, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan berlalu begitu saja.
Semuanya terasa sangat cepat, meninggalkan apapun yang tidak bisa mengikuti alurnya. Dalam akhir-akhir pergantian tahun seperti ini aku coba membuat kilas balik
perjalananku selama satu tahun ini. Apa yang sudah aku buat, target apa yang
belum tercapai, mencoba mengira-ngira kembali seberapa efektifnya aku dengan
segudang 'kesibukan' yang aku kerjakan tahun ini dan apa yang sudah aku hasilkan dengan pekerjaanku.
Tidak
sedikit jalan berbatu dan kerikil tajam yang aku hadapi dan ternyata dengan
baik dapat aku lalui. Tidak sedikit pula kegagalan, penolakan, kekecewaan yang
aku alami. Semuanya itu, meskipun pada awalnya sangat menyakitkan namun juga
membuat aku semakin mampu menyikapi kehidupan ini dengan cara pandang yang
lebih luas, membuat aku semakin dewasa dalam 'menentukan arah' langkahku
kemudian dalam menjalani hidup ini.
Tahun ini
memang terasa lebih cepat berlalu dari biasanya, entah hanya perasaanku saja
atau memang ada suatu 'fenomena' yang terjadi, aku malas memikirkannya karena
juga bukan bagian dari keahlianku.
Satu hal
penyadaran yang kutemukan adalah "melakukan yang terbaik, bukan yang
termudah". Dari keseluruhan pekerjaan yang aku lakukan dan dari semua ilmu
yang pernah aku pelajari, mungkin hasil yang paling berarti adalah membuahkan
suatu kemampuan untuk membuatku 'melakukan apa yang harus aku lakukan' terlepas
dari apakah aku menyukai pekerjaan itu atau tidak, terlepas dari apakah
pekerjaan itu bidang keahlianku atau tidak, karena sesungguhnya semuanya dapat
di 'mulai' dan 'dipelajari'.
Akhir tahun,
hanyalah sebuah akhir tahun...
Seperti
akhir tahun yang sama, seperti akhir tahun yang lalu.
Akhir tahun
ini, bukanlah akhir dari perjalanan kita,
Akhir tahun
ini hanyalah serupa 'pintu' menuju ke awal 'perjalanan' kita selanjutnya.
Yang ingin
aku sadari lebih lagi adalah bahwa "aku dan pribadiku adalah perpanjangan
tangan dari kuasa yang jauh lebih besar daripada aku."
Aku percaya
dengan kuasa 'absolut' yang diberikan Tuhan kepadaku, bahwa aku boleh
menentukan pilihanku dan bebas menentukan kemana arahku akan melangkah,
Namun aku
juga sungguh mempercayai 'tuntunan' Tuhan dalam aku menjalani setiap langkah
kehidupanku, bahwa aku dan kita semua yang ada di dunia ini diciptakan untuk
sebuah 'arti' atas kuasa-Nya yang maha besar.
Sahabat-sahabat
blogger saya,
Marilah kita
dengan segenap kerendahan hati menyadari 'keberadaan' kita yang 'terbatas'
namun penuh dengan 'arti'.
Marilah kita
dengan segenap kerendahan hati menyadari bahwa ada kuasa yang maha besar
'sedang' dan 'selalu' melingkupi kita dari hari ke hari, dari waktu ke waktu.
Yang tak pernah 'lelah' membimbing kita sekeras apapun kita.
Untuk
kata-kata selanjutnya, sahabat bloger saya
Saya dengan
segala kerendahan hati menyerahkan kepada sahabat-sahabat sekalian untuk
meneruskannya sendiri,
Bukan untuk
ditulis dalam secarik kertas,
Bukan
sebatas dimaknai dalam sebaris atau satu paragraf kalimat
Namun
dituliskan dalam hati kita, hingga akan selalu 'menggema' dan tak 'terhapuskan'
Keep in
touch..... ^_^
No comments:
Post a Comment
Silahkan tinggalkan goresan kamu disini, keep in touch...^_^